Senantiasa Belajar
Belajar....Belajar....dan Belajar
Kerjasama dan Berkarya
Berkarya bersama menggapai cita-cita mulia
Tangguh
Tahan Banting, Tanggap Terhadap Perubahan Jaman
Profesional
Belajar menjadi profesional
Mandiri
Berdiri di atas kaki sendiri
Senin, 11 November 2013
Senin, 28 Oktober 2013
Hari Sumpah Pemuda : 28 Oktober
Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.
Yang dimaksud dengan "Sumpah Pemuda" adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta), Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia". Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap "perkumpulan kebangsaan Indonesia" dan agar "disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan".
Berikut ini adalah bunyi "Sumpah Pemuda" sebagaimana tercantum pada salah satu bagianMuseum Sumpah Pemuda. Penulisan ini menggunakan ejaan van Ophuysen.
Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoewa
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Rumusan Kongres Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada secarik kertas yang disodorkan kepada Soegondo ketika Mr. Sunario tengah berpidato pada sesi terakhir kongres (sebagai utusan kepanduan) sambil berbisik kepada Soegondo: Ik heb een eleganter formulering voor de resolutie (Saya mempunyai suatu formulasi yang lebih elegan untuk keputusan Kongres ini), yang kemudian Soegondo membubuhi paraf setuju pada secarik kertas tersebut, kemudian diteruskan kepada yang lain untuk paraf setuju juga. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.
[sumber]
Yang dimaksud dengan "Sumpah Pemuda" adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta), Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia". Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap "perkumpulan kebangsaan Indonesia" dan agar "disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan".
Berikut ini adalah bunyi "Sumpah Pemuda" sebagaimana tercantum pada salah satu bagianMuseum Sumpah Pemuda. Penulisan ini menggunakan ejaan van Ophuysen.
Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoewa
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Rumusan Kongres Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada secarik kertas yang disodorkan kepada Soegondo ketika Mr. Sunario tengah berpidato pada sesi terakhir kongres (sebagai utusan kepanduan) sambil berbisik kepada Soegondo: Ik heb een eleganter formulering voor de resolutie (Saya mempunyai suatu formulasi yang lebih elegan untuk keputusan Kongres ini), yang kemudian Soegondo membubuhi paraf setuju pada secarik kertas tersebut, kemudian diteruskan kepada yang lain untuk paraf setuju juga. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.
[sumber]
Rabu, 02 Oktober 2013
Hari Batik Nasional : 2 Oktober
Hari ini, Rabu 2 Oktober 2013 bangsa Indonesia memperingati Hari Batik Nasional, peringatan tahun ini adalah yang keempat. Perlu diketahui, Empat
tahun lalu, tepatnya pada 2 Oktober 2009, batik diresmikan oleh The
United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization
(UNESCO) sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi
milik Indonesia. Pengakuan terhadap batik merupakan pengakuan
internasional terhadap mata budayaIndonesia.
Sebagaimana diketahui sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009 pada setiap tanggal 2 Oktober telah dinyatakan sebagai Hari Batik Nasional.
Sebagaimana diketahui sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009 pada setiap tanggal 2 Oktober telah dinyatakan sebagai Hari Batik Nasional.
Senin, 26 Agustus 2013
Panggelar Putra XIII Masuk Nominasi Lomba Karang Taruna Berprestasi Tingkat Kabupaten Banyumas 2013
Kedungwringin [] Hari Jum'at, 23 Agustus 2013, Karang Taruna Panggelar Putra XIII mendapat kunjungan dari Tim Penilai Lomba Karang Taruna Berprestasi Tingkat Kabupaten Banyumas Tahun 2013.
Acara yang berlangsung pada pukul 13.30 tersebut berlangsung lancar. Acara dimulai dengan Pemaparan profil karang taruna yang bertempat di Balai Desa Kedungwringin. Kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke base camp yang tidak jauh dari Balai Desa Kedungwringin.
Sabtu, 10 Agustus 2013
Langganan:
Postingan (Atom)











